Ekonomi

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen didorong oleh konsumsi yang kuat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen year-on-year pada tahun 2025, terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PDB), demikian dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Kamis.

“Hal ini terutama didorong oleh peningkatan mobilitas publik, yang menyebabkan peningkatan pengeluaran untuk makanan dan minuman, transportasi dan komunikasi, serta barang modal tambahan berupa mesin dan peralatan,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Produk domestik bruto Indonesia pada harga tetap mencapai Rp13.580,5 triliun, atau sekitar US$805,5 miliar, sedangkan PDB pada harga saat ini berada di angka Rp23.821,1 triliun.

Widyasanti mengatakan konsumsi rumah tangga merupakan sumber pertumbuhan terbesar, menyumbang 2,62 poin persentase.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tertinggi tercatat pada pengeluaran restoran dan hotel sebesar 6,38 persen, sejalan dengan peningkatan aktivitas pariwisata selama periode liburan akhir tahun.

GFCF (Produk Domestik Bruto) merupakan kontributor terbesar kedua terhadap pertumbuhan, dengan nilai 1,58 poin persentase.

Secara keseluruhan, GFCF tumbuh 5,09 persen pada tahun 2025, dengan pertumbuhan terkuat terlihat pada sektor mesin dan peralatan, yang melonjak 17,99 persen karena impor barang modal yang lebih tinggi dan peningkatan produksi mesin industri domestik.

Ekspor Indonesia tumbuh 7,03 persen pada tahun 2025, didukung oleh ekspor komoditas dan jasa non-minyak dan gas yang lebih tinggi.

Beberapa komoditas non-minyak dan gas mencatat peningkatan nilai dan volume ekspor, termasuk lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan suku cadang.

Dari segi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menyumbang pangsa terbesar terhadap PDB sebesar 53,88 persen, diikuti oleh GFCF sebesar 28,77 persen dan ekspor sebesar 22,85 persen.

Dari sisi produksi, sektor manufaktur merupakan kontributor terbesar terhadap pertumbuhan sebesar 1,07 poin persentase, dengan pertumbuhan 5,30 persen.

“Pertumbuhan ini didorong oleh perbaikan di industri berorientasi ekspor seperti minyak sawit mentah dan logam dasar, serta peningkatan produksi tanaman pangan, peternakan, dan perikanan,” kata Widyasanti.

Pada kuartal keempat tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 0,86 persen secara kuartalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top