Iklim

Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim di Sektor Pertanian Indonesia

Perubahan iklim berdampak signifikan pada berbagai sektor, terutama pertanian. Pola curah hujan yang semakin ekstrem, musim kemarau yang berkepanjangan, peningkatan suhu rata-rata bumi, dan kenaikan permukaan laut merupakan ancaman nyata bagi sektor ini.

Dampak perubahan iklim meningkatkan risiko yang dihadapi oleh kegiatan pertanian di Indonesia. Meningkatnya potensi bencana alam semakin memperumit tantangan yang ada. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan ketahanan terhadap perubahan iklim dan bencana di kalangan petani dan semua pemangku kepentingan.

Menurut data Survei Pertanian Terpadu (SITASI) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, indikator produktivitas lahan di Indonesia menunjukkan kondisi yang sangat tidak berkelanjutan.

Penggunaan pupuk dan pestisida yang berada pada tingkat mengkhawatirkan menambah kompleksitas masalah ini. Praktik pertanian yang tidak berkelanjutan tidak hanya mengancam produktivitas lahan tetapi juga keberlanjutan keanekaragaman hayati Indonesia.

Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brasil, hilangnya keanekaragaman hayati ini dapat mengancam ekosistem dan sumber pangan kita, serta kehidupan generasi mendatang.

Produksi beras per kapita Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia seperti Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam relatif rendah.

Data menunjukkan bahwa produksi beras per kapita Indonesia telah menurun dari 255 kg/kapita/tahun pada tahun 1992 menjadi hanya 198,7 kg/kapita/tahun pada tahun 2022. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sektor pertanian Indonesia dalam meningkatkan produktivitasnya.

Selain itu, secara global, kapasitas lahan pertanian terus menurun dari tahun ke tahun. Di Indonesia, luas lahan pertanian per kapita saat ini relatif rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, yaitu sekitar 0,24 hektar per kapita pada tahun 2021.

Pengurangan kapasitas lahan pertanian ini menambah urgensi untuk menemukan solusi yang lebih berkelanjutan dalam mengelola sumber daya lahan yang tersedia.

Untuk menghadapi tantangan ini, strategi yang harus diterapkan meliputi peningkatan pemahaman dan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta penerapan praktik pertanian berkelanjutan yang dapat menjaga dan meningkatkan kualitas tanah dan keanekaragaman hayati.

Dengan cara ini, sektor pertanian Indonesia dapat lebih siap menghadapi ancaman perubahan iklim dan tetap produktif serta berkelanjutan dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top